GURU BAHASA JAWA BUKAN BERARTI HARUS “GAPTEK”

cardinal.gifSaya adalah seorang guru mata pelajaran Bahasa Jawa sebuah SMP Negeri di Purwokerto yang tergolong cukup favorit.Di sana saya menghadapi siswa yang ber-SDM tinggi dan tingkat sosial ekonomi yang cukup memadai.Karena mereka hidup di era “globalisasi” maka sangatlah sulit untuk menyampaikan materi kebahasaan (Jawa) ,yang bagi mereka,sangat menakutkan.Mereka lebih suka belajar bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya agar lebih kelihatan “modern”.

Padahal jika siswa kita mau belajar bahasa Jawa secara otomatis akan belajar juga tentang  “unggah ungguh” basa yang didalamnya berisi bagaimana menerapkan sopan santun dan tatakrama yang baik dalam bertindak dan berbicara.Sehingga kita dapat memfilter kebudayaan asing yang telah mulai mengikis moral generasi muda kita. 

Sayapun berpikir bagaimana caranya agar materi pembelajaran menjadi menarik dan siswa  saya termotivasi untuk mempelajari Bahasa Jawa yang sangat ”adi luhung” tersebut.Dilain pihak,saya sebagai guru Bahasa Jawa tidak diremehkan oleh siswa apalagi guru karena pelajaran Bahasa Jawa sering dianggap ”kuno” dan “terbelakang”.

Akhirnya sayapun belajar tentang TIK sehingga saya bisa berbicara tentang teknologi masa kini (kebetulan ada materi wacana tentang teknologi),mencari rujukan dari internet,dan membuat media pembelajaran yang lebih modern dan menarik.

Akhirnya jika saya mengajar,siswa sayapun senang dan lebih tertarik lagi.

Saya pribadi mengajak rekan-rekan seprofesi untuk antusias mempelajari teknologi yang sedang berkembang saat ini walaupun kita adalah guru bahasa Jawa yang notabene masuk dalam mata pelajaran muatan lokal yang sering tersingkirkan. 

Komentar (6) »

PELATIHAN GURU TIK

flies_away.gifKami guru TIK dari kabupaten Banyumas,yang berasal dari berbagai ragam disiplin ilmu.Namun karena tugas yang dibebankan pada kami,sebagai guru mapel TIK,maka kami jalani tugas dengan penuh tanggungjawab.Ada yang mengikuti kursus di lembaga pendidikan komputer,ada yang ngaji dengan teman,ada juga yang tanya sama anaknya yang sudah kenal lebih dulu tentang komputer.

Beruntung kami tinggal di kabupaten Banyumas yang mempunyai pimpinan yang memahami kebutuhan SDM guru TIK tersebut sehingga diadakanlah pelatihan guru TIK se-kabupaten Banyumas yang dibagi dalam beberapa gelombang(saking banyaknya!) dan konon menghabiskan dana beberapa M.

Rombongan kami termasuk gelombang ke-2,yang akan menempuh pelatihan selama sebelas hari di LPMP Propinsi Jawa Tengah.Walaupun berat tetapi kami jalankan juga mengingat tugas yang dipercayakan pihak sekolah.”Lebih baikbersusah payah dulu dari pada harus malu di depan siswa”.Kamipun mengikuti pelatihan yang materinya banyak dan sangat menarik.Para tutor juga sangat familiar…sehingga kami dengan antusias mempelajari materi tersebut.Sayang sarana kurang memadai dan terkadang mengalami gangguan (maaf LPMP) sehingga dalam menjalankan tugas juga terganggu.

Semoga apa yang telah kami terima di LPMP dapat bermanfaat dan menambah bekal bagi kami dalam menjalankan tugas sebagai guru TIK.Amin!!!!

Komentar (2) »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar (9) »