Saya adalah seorang guru mata pelajaran Bahasa Jawa sebuah SMP Negeri di Purwokerto yang tergolong cukup favorit.Di sana saya menghadapi siswa yang ber-SDM tinggi dan tingkat sosial ekonomi yang cukup memadai.Karena mereka hidup di era “globalisasi” maka sangatlah sulit untuk menyampaikan materi kebahasaan (Jawa) ,yang bagi mereka,sangat menakutkan.Mereka lebih suka belajar bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya agar lebih kelihatan “modern”.
Padahal jika siswa kita mau belajar bahasa Jawa secara otomatis akan belajar juga tentang “unggah ungguh” basa yang didalamnya berisi bagaimana menerapkan sopan santun dan tatakrama yang baik dalam bertindak dan berbicara.Sehingga kita dapat memfilter kebudayaan asing yang telah mulai mengikis moral generasi muda kita.
Sayapun berpikir bagaimana caranya agar materi pembelajaran menjadi menarik dan siswa saya termotivasi untuk mempelajari Bahasa Jawa yang sangat ”adi luhung” tersebut.Dilain pihak,saya sebagai guru Bahasa Jawa tidak diremehkan oleh siswa apalagi guru karena pelajaran Bahasa Jawa sering dianggap ”kuno” dan “terbelakang”.
Akhirnya sayapun belajar tentang TIK sehingga saya bisa berbicara tentang teknologi masa kini (kebetulan ada materi wacana tentang teknologi),mencari rujukan dari internet,dan membuat media pembelajaran yang lebih modern dan menarik.
Akhirnya jika saya mengajar,siswa sayapun senang dan lebih tertarik lagi.
Saya pribadi mengajak rekan-rekan seprofesi untuk antusias mempelajari teknologi yang sedang berkembang saat ini walaupun kita adalah guru bahasa Jawa yang notabene masuk dalam mata pelajaran muatan lokal yang sering tersingkirkan.