Saya adalah seorang guru mata pelajaran Bahasa Jawa sebuah SMP Negeri di Purwokerto yang tergolong cukup favorit.Di sana saya menghadapi siswa yang ber-SDM tinggi dan tingkat sosial ekonomi yang cukup memadai.Karena mereka hidup di era “globalisasi” maka sangatlah sulit untuk menyampaikan materi kebahasaan (Jawa) ,yang bagi mereka,sangat menakutkan.Mereka lebih suka belajar bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya agar lebih kelihatan “modern”.
Padahal jika siswa kita mau belajar bahasa Jawa secara otomatis akan belajar juga tentang “unggah ungguh” basa yang didalamnya berisi bagaimana menerapkan sopan santun dan tatakrama yang baik dalam bertindak dan berbicara.Sehingga kita dapat memfilter kebudayaan asing yang telah mulai mengikis moral generasi muda kita.
Sayapun berpikir bagaimana caranya agar materi pembelajaran menjadi menarik dan siswa saya termotivasi untuk mempelajari Bahasa Jawa yang sangat ”adi luhung” tersebut.Dilain pihak,saya sebagai guru Bahasa Jawa tidak diremehkan oleh siswa apalagi guru karena pelajaran Bahasa Jawa sering dianggap ”kuno” dan “terbelakang”.
Akhirnya sayapun belajar tentang TIK sehingga saya bisa berbicara tentang teknologi masa kini (kebetulan ada materi wacana tentang teknologi),mencari rujukan dari internet,dan membuat media pembelajaran yang lebih modern dan menarik.
Akhirnya jika saya mengajar,siswa sayapun senang dan lebih tertarik lagi.
Saya pribadi mengajak rekan-rekan seprofesi untuk antusias mempelajari teknologi yang sedang berkembang saat ini walaupun kita adalah guru bahasa Jawa yang notabene masuk dalam mata pelajaran muatan lokal yang sering tersingkirkan.
sirok berkata,
Januari 9, 2008 @ 2:24 pm
Betul, apalagi kalau gurunya perempuan, cantik, luwes, perhatian tentu murid-muridnya jadi pinter
Drs. Prasetyo berkata,
Januari 30, 2008 @ 12:42 pm
Sugeng tetepangan. Kulo Prasetyo. guru Basa Jawa SMPN 1 Bukateja, Purbalingga. Ugi mucal TIK wonten sekoalh kula .
KUlo ndherek bingah..ingatase guru Basa Jawa..panjenengan mboten Gapotek alias akrab kaliyan teknologi. Kedahiupun pancen mekaten..supados kita anggenipun mucal Basa lan Kasusastran Jawa langkung gampil dipun tampi dening lare.
Kula akeni..sakniki taksih kathah guru Basa Jawa–ugi guru mapel sanes..ingkang Gaptek.
Sanes wekdal..kulo pengin ngangsu kawruh kalih panjenengan.
nuwun
Salam
Prasetyo
SMPN 1 Bukateja, Purbalingga, Jl. Purwandaru 43 Bukateja, Purbalingga..Telp: (0286) 476114
wardoyo berkata,
Juni 26, 2008 @ 1:57 am
salam
memang sangat diperlukan pengetahuan mengenai TIK, apapun profesi kita. saya di Surabaya tetapi asli Nganjuk. beberapa waktu lalu di luncurkan program SehariBerbahasa Jawa di sekolah-sekolah Surabaya, tetapi banyak yang menentang karena dianggap ketinggalan jaman.
memang tidak bisa dipaksakan, tetapi paling tidak sudah ada usaha dari PemKot untuk mengaplikasikan hasil konggres Bahasa Jawa 2006.
Semoga saja, mari bersama-sama melakukan apasaja yang positif untuk melestarikan bahasa dan budaya jawa.
hehe, pacar saya juga Lulusan S1 bahasa Jawa UNESA lhoooo padahal saya lulusan S1 Bahasa Jepang
dela berkata,
Maret 10, 2009 @ 3:04 am
ass
bu kulo iki badhe kul ambil jurusan bhsa jawa tapi kulo bingung bgt soale kulo pkir bhs jawa sak niki takut ktinggalan jaman?? pripon niki??? kulo pngn ambil bhs jerman jg?
tp kaleh ortu dkengken ambil jurusan bhs jawa???? gmn masa depan saya ??
kulo bingung bgt??
maap blepotan bhsa nipun. . . . . hehehehe
wass..
youlie berkata,
Oktober 15, 2009 @ 4:52 am
ea..meski bahasa jawa thu menyeramkan bagi anak2 sekarang yg tlah berabaur dg gaya anak masa kini ….semoga bahasa jawa cepat bisa berbaur dg anak gaya sekarang…amIen
Sri Yuliarti berkata,
November 21, 2009 @ 2:34 pm
kula rumiyin mboten nginten badhe dados guru basa Jawa, nanging kula “terinspirasi” ibu guru SPG kula.Piyayinipun taksih timur nanging pinter basa lan unggah-ungguhipun sae.
Sri Yuliarti berkata,
Juni 26, 2010 @ 3:13 pm
basa jawi ageng sanget pangaribawanipun tumrap solah bawa,tindak-tanduk lan suba sita panganggenipun,mila kula kepengin nderek nguri-uri murih generasi kita langkung sae moral lan sikapipun.
Sumangga para dwija basa jawi lan masyarakat jawi sami paring panyengkuyung amrih ngrembakaning basa jawi